This is default featured post 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Selamat datang di blog MenujuNya. Kami akan menghadirkan tulisan-tulisan yang bernuansa islami. Selamat membaca

Saturday, 13 August 2011

Harga Sebuah Keyakinan



Tema di atas adalah refleksi penulis melihat fenomena “pembantaian umat manusia” di Gaza, Palestina. Setiap manusia yang mendengar hal ini akan teriris hatinya, melihat mayat berserakan, anak-anak kehilangan bapak-ibunya, dan masih banyak lagi kisah tragis yang menimpa saudara-saudara kita di Gaza. Jika memang ada seorang manusia siapapun namanya dan apapun agamanya, masih memandang hal ini dengan sebelah mata atau memandang hal ini layaknya hal yang sepele tanpa harus menghiraukannya, telah pasti bahwa hatinya telah buta, jiwanya telah kosong, nuraninya telah mati.

Pada perang Gaza atau lebih pasnya disebut “pembantaian” ini sudah berapa banyak korban yang berjatuhan, dan berapa banyak kerugian yang dapat ditaksir, moril maupun materil. Dalam 23 hari saja, yaitu dari 27 desember 2008 sampai 18 januari 2009, perang ini telah menewaskan setidaknya 1300 orang, 6000 orang lainnya luka2, tidak hanya itu, tentara Israel juga menawan 300 orang dari warga Gaza.

Itulah harga yang harus dibayar oleh saudara-saudara kita di sana, hanya karena mereka hidup di kawasan Gaza, yang konon adalah daerah penduduk paling padat di dunia, hanya karena mereka meyakini bahwa mereka berhak atas tanah yang telah mereka tinggali selama bertahun-tahun, hanya karena mereka meyakini bahwa islamlah agama yang paling benar.  

Menyebut Gaza hanya akan mengingat kembali kisah-kisah yang memilukan, hanya akan menceritakan kembali salah satu sejarah kelam umat islam. Namun di setiap skenario Tuhan pasti ada hikmah di dalamnya, salah satu hal positif yang dapat diingat adalah meningkatnya kembali ghirah umat islam untuk bersatu, untuk berkata tidak kepada kebatilan. Pertemuan puncak Qatar adalah permulaan, kemudian ada pertemuan di Turki, seminar-seminar tentang Gaza terus bermunculan, dan sebagaianya. Hal positif lainnya adalah bahwa perang ini telah membuka mata dunia tentang bagaimana busuknya Israel beserta kaum Yahudinya, demonstrasi digalakan hampir di setiap penjuru dunia, dubes-dubes Israel “diusir” dari sejumlah Negara, yang ironisnya langkah ini diprakarsai oleh Venezuela yang notabene bukan Negara muslim, yang kemudian diikuti oleh Bolivia, Qatar, dan Suriah.

Adapun kita selaku saudara seiman bagi para penduduk Gaza seharusnya dapat lebih peduli kepada mereka, lebih merasakan apa yang mereka rasakan, dan lebih sigap membantu mereka melebihi siapapun. Kita peduli bukan karena kita adalah anggota suatu partai, golongan, dan kelompok tertentu, kita peduli karena kita seorang muslim. Rasulullah Saw. bersabda : “perumpamaan orang-orang yang beriman dalam persaudaraanya adalah seperti satu tubuh, jika salah satu organ tubuh mengaduh kesakitan, maka sekujur tubuh akan merasakannya”. Inilah salah satu harga yang harus kita tunaikan sebagai seorang muslim, khususnya dalam konteks perang Gaza ini.

Kita tidak hanya peduli kepada saudara kita, kita juga patut memberi perhatian tersendiri kepada kebiadaban Israel dan bagaimana keras kepalanya mereka. Kebusukan kaum Yahudi ini sangat kontras terlihat dalam perang yang sangat timpang, dan tidak dihiraukannya seruan PBB dalam resolusinya maupun dunia dalam demo-demonya. Hal ini sudah diwanti-wanti oleh Al-Quran dalam banyak ayatnya, al-Quran menyebut Yahudi sebagai Asyaddu al-Nâsi ‘adâwatan li’lLadzîna âmanû. Ayat-ayat ini oleh kaum Liberalis disebut ayat-ayat rasis atau diskrimanatif, tapi mereka seakan bungkam saat melihat fenomena yang terjadi di Gaza, melihat bagaimana arogannya tentara Israel menembaki penduduk Gaza, bahkan anak kecilpun mereka bidik, dengan dalih bahwa saat mereka dewasa nanti akan juga memerangi Israel. Dimanakah para pengusung human rights !, dimanakah orang-orang yang lantang mengatakan bahwa islam adalah agama yang tidak menghargai perbedaan !, mereka seakan tenggelam dan takut saat berhadapan dengan Negara yang bernama Israel. A’âdzana’lLâhu minhum

Semoga fenomena ini dapat menjadi suntikan penyemangat kita untuk berjihad dalam arti yang luas, serta lebih meyakinkan kita bahwa Yahudi akan menjadi musuh terdepan umat Islam. Sehingga kita tidak lagi ragu untuk membayar harga yang sesungguhnya dengan memeluk agama yang hanîf ini, untuk selalu berjihad fî sabîli’lLâh.

Holy Qur`an

Assalamualaikum, Selamat datang di blog Rifqi, oh iya, bagi yang belum tau menggunakan flash ini, ikuti caranya:
  1. Pilih nama Qori` yang anda sukai di kolom kotak pertama.
  2. Pilih Surat yang anda suka dikolom kotak kedua.
Kalau tidak mengikuti cara diatas, sahabat tidak akan mendengar apa-apa lho :), gampang kan....
Selamat Mendengar Alqur`an yah :)

Fakta-fakta bulan suci ramadhan

Hari demi hari, waktu demi waktu telah kita di bumi Allah, sehingga tidak terasa bulan ramadhan akan datang bersua. Bulan yang penuh berkah, penuh hikmah dan penuh maghfirah dari-Nya.

Di bulan inilah potensi melipat gandakan pahala sangatlah besar, di bulan inilah saat kita melaksanakan nafilah di dalamnya, pahalanya sama dengan saat kita melaksanakan faridhah di selain bulan ramadhan. Begitu juga saat kita melaksanakan faridhah dalam bulan ini, maka pahalanya akan menyamai pahala 70 faridhah yang kita lakukan di bulan lainnya, hal ini sangat gamblang dijelaskan dalam hadist yang diriwayatkan oleh Salman Al-farisi ra[3].

Di bulan inilah terdapat satu malam yang keutamaannya melebihi seribu bulan, dan banyak lagi keutamaan-keutamaan bulan yang satu ini, maka akan sangat merugilah kita saat menganggap remeh bulan ini.

Pada suatu ketika Rasulullah SAW bersabda jikalau para hamba-Nya mengetahui apa-apa (baca; keutamaan) yang terdapat di dalam ramadhan, maka mereka akan berangan-angan bahwa setiap bulan dalam setahun adalah ramadhan. Maka tidak salah jika Rasulullah selalu berdoa pada bulan sya'ban "Allahumma barik lana fi rajaba wa sya'bana wa barik lana fi ramadhan"[4].

Kenapa saya berbicara tentang momentum ramadhan, karena sebagian orang sangatlah sulit untuk menemukan pijakan pertama dalam memulai sesuatu, sangat bimbang untuk menentukan momentum bagi perubahan dirinya, kepada yang lebih baik tentunya.

Untuk lebih mengenal lebih dalam tentang bulan yang istimewa ini, mari kita menelisik beberapa fakta yang terkandung dalam surat Al-Baqarah ayat 182-187.

A. Beberapa makna dari surat Al-Baqarah ayat 182-187.

1)      Arti ayat "كما كتب على الذين من قبلكم".

Ada beberapa pendapat dalam hal ini ;

(a      Ada ulama yang berpendapat bahwa maksud dari ayat ini adalah puasa tiga hari pada setiap bulan.
(b      Dalam suatu hadist yang diriwayatkan dari Ibnu Abil Hatim mengatakan bahwa maksud dari ayat tersebut adalah puasa satu bulan sebagaimana yang telah kita lakukan pada bulan ramadhan.
(c      Hasan Al-Bashri berpendapat bahwa maksud dari ayat ini adalah puasa sebulan penuh dengan diiringi jumlah tertentu[5].
(d     Ada juga yang mengatakan bahwa ia adalah puasanya Maryam dan puasanya nabiyullahi Daud as (puasa sehari dan mufthir sehari)[6].
(e      As-Sya'biy berpendapat bahwa maksud dari penyerupaan (baca; puasa) adalah berkaitan dengan waktu dan kadar dari puasa itu[7].

2)      Arti ayat "شهر رمضان الذي أنزل فيه القراّن".

Ada beberapa hadits yang menerangkan bahwa bulan ramadhan adalah bulan yang diturunkan di dalamnya semua kitab samawy. Rasulullah bersabda "lembaran-lembaran Ibrahim diturunkan pada malam pertama bulan ramadhan, dan Taurat diturunkan pada hari ke enam dari bulan ramadhan, dan injil diturunkan pada hari ke tiga belas dari bulan ramadhan, dan Al-Quran diturunkan pada hari ke dua puluh empat dari bulan ramadhan"[8].

Pada riwayat lain dari Jabir bin Abdillah ra, Rasulullah bersabda "zabur diturunkan pada hari ke dua belas dari bulan ramadhan, dan injil diturunkan pada hari ke delapan belas dari bulan ramadhan…"[9].

B. Beberapa hal dalam bulan ramadhan.

1)      Buka dan sahur.

Suatu ketika Rasulullah bersabda "umatku akan tetap pada kebaikan selama mereka menta'jil buka dan mengakhirkan sahur"[10]. Pada suatu hadist qudsi Rasulullah bersabda dari tuhannya "sesungguhnya hamba yang paling aku cintai adalah yang paling menta'jil bukanya"[11].

Dengan adanya masyru'iyah sahur inilah kenapa wishol diharamkan. Selain hadist yang shorih melarang wishol, ada juga hadist yang berbunyi "la tuwashilu fa ayyukum arada an yuwashil falyuwashil ilas sahur…"[12].

2)      Mustajabnya doa orang yang berpuasa.

Rasulullah bersabda "inna lis shoimi 'inda fithrihi da'watun la turaddu"[13], sesungguhnya bagi orang yang berpuasa saat dia berbuka, doa yang tidak akan ditolak.

C. Beberapa fakta sejarah dalam bulan ramadhan.
Lintasan sejarah Islam berbicara, terdapat hubungan yang penting antara jihad dan Ramadhan. Selama kehidupan Rasulullah saw, dua buah peperangan terjadi di bulan Ramadhan, yang pertama adalah Perang Badar yang terjadi di tahun kedua setelah hijrah, dan yang kedua Penaklukan Mekkah (futuh Makkah) sekitar 6 tahun kemudian.
Bahkan, setelah kehidupan Rasulullah SAW, bulan Ramadhan tetap menjadi bulan konfrontasi militer penting bagi kaum muslimin. Beberapa kejadian penting yang berhubungan antara bulan Ramadhan dan jihad terus terjadi dalam kehidupan bersejarah kaum muslimin. Tentunya, Allah SWT yang paling mengetahui hikmah yang besar mengapa bulan Ramadhan begitu memiliki kaitan erat dengan jihad. Pastinya, Allah SWT sajalah yang mengetahui hikmah itu semua dan memberikan indikasi dan tanda-tanda tersebut, yakni kaitan antara Ramadhan dan jihad kepada kaum muslimin[14].
Terakhir, penulis ingin mengajak pembaca semua untuk lebih mengenal segala seluk-beluk bulan ramadhan ini, sehingga dapat lebih mendorong kita untuk lebih "merasakan sensasinya", untuk lebih "meresapinya", dan kemudian dapat lebih bisa memanfaatkan momentum ini dalam peningkatan ibadah, bukan hanya dalam hal mu'amalah ma'allah tapi juga mu'amalah ma'a al-nas.


[3] Prof Dr Wahbah Zuhaily, Al-Fiqh islami wa adillatuhu, Dar El-Fikr,  juz 3,hal 1622.
[4] HR Ahmad.
[5] Ismail bin Katsir Al-Qursyi AlDimasyqi, Tafsirul Qur'anil Adzim, Maktabah Shofa, juz 1, hal 252
[6] Lihat http://www.eramuslim.com/ustadz/shm/8820135801-teknis-puasa-umat-terdahulu.htm.
[7] Imam Al-Qurthuby, Al-Jami' li Ahkamil Quran, Maktabah Taufiqiyah, juz 2, hal 244.
[8] HR Ahmad
[9] Ismail bin Katsir Al-Qursyi AlDimasyqy, op. cit, juz 1, hal : 254.  
[10] HR Ahmad.
[11] Ismail bin Katsir Al-Qursyi AlDimasyqy, op. cit, juz 1 hal 264.
[12] HR Bukhari no 1862.
[13] HR Ibnu Majah.
[14] Lihat http://aisyahzah.multiply.com/journal/item/1/Ramadhan_bulan_jihad

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More